User Experience (UX) Penting Dalam Optimasi SEO Website

Fakta Online – Dalam proses membuat website atau optimasi website, ada 2 cara yang bisa dilakukan. Bisa menggunakan Software House Professional atau mengembangkan sendiri. Dengan cara apapun yang dipilih, ada satu elemen yang harus diperhatikan. Elemen tersebut yaitu User Experience (UX) pada website.

Namun, masih banyak orang yang belum paham, kenapa User Experience (UX) itu penting dalam membuat website / optimasi website. Bagi orang yang berkecimpung didunia Teknologi Informasi – software, website atau mobile apps mungkin User Experience (UX) bukanlah sesuatu hal yang baru. Tetapi, bagaimana dengan orang awam?

Artikel ini akan membahas secara umum tentang 5 hal yang perlu kalian ketahui tentang User Experience (UX). 

  • Alasan Kenapa User Experience (UX) itu penting dalam membuat website / optimasi website
  • Implementasi User Experience (UX) pada website
  • Studi kasus website Lion Air dan AirAsia
  • Dampak User Experience (UX) bagi bisnis

Alasan Kenapa User Experience (UX) Itu Penting

Ada 2 alasan kenapa User Experience (UX) itu penting dalam membuat website / optimasi website

1. UX memberikan data untuk mengenali pasar dengan lebih baik

Saat membuat website / optimasi website, UX dapat memberikan data mengenai preferensi segmen pasar. Preferensi tersebut meliputi kebiasaan pengguna segmen pasar, desain dan warna yang disukai, hingga konten yang paling diminati segmen pasar.

Dengan data tersebut developer / Software House dapat membangun website / optimasi website yang sesuai dengan pasar yang dituju. Dengan demikian, kebutuhan dan ekspektasi pengguna pada segmen pasar akan terpenuhi.

2. UX yang baik dapat meningkatkan level kepuasan pengguna

Dengan terpenuhinya kebutuhan dan ekspektasi pengguna website, mereka akan kembali ke website tersebut. Hal tersebut menunjukan bahwa UX mampu meningkatkan kepuasan pengalaman pengguna pada website. 

Implementasi User Experience (UX) Pada Website

Perhatikan 3 hal penting pada website untuk meningkatkan User Experience (UX) saat membuat / optimasi website:

1. Perhatikan nilai atau value dari website

Pada saat membuat website / optimasi website, pastikan nilai atau value yang ingin ditawarkan website sesuai dengan fitur, desain, atau konten dalam website. Jangan sampai ekspektasi pengguna akan nilai atau value yang ditawarkan website tidak sesuai dengan yang mereka dapatkan.

Oleh sebab itu, UX dapat menyediakan data yang bisa dipakai untuk mengetahui ekspektasi dan kebutuhan pengguna pada segmen pasar.

2. Buat desain yang enak dilihat dan mudah dipakai

Dengan berdasarkan data UX, preferensi tentang desain serta kebiasaan pengguna pada segment pasar. Jangan beranggapan bahwa desain bagus pasti menarik perhatian. Semua tergantung preferensi pasar.

3. Jangan sampai membuat pengguna menunggu terlalu lama

Berdasarkan data yang disampaikan Rethcloud.com, salah satu penyedia jasa seo terbaik, 8.5 detik adalah waktu maksimal pengguna website bisa menaruh perhatiaanya pada website.

Lebih dari itu, mereka akan mulai mencari alternatif website yang memiliki loading website lebih cepat. Tentu bagi pemilik website ini bukanlah hal baik, bukan?

Studi Kasus Website Lion Air dan Air Asia

Perlu digaris bawahi bahwa studi kasus website Lion Air dan AirAsia dilakukan pada 18 Maret 2019. Jika terjadi perubahan pada website, maka hasil studi ini tidak lagi relevan. 

1. Lion Air

Lion Air menampilkan SEMUA promosi dan informasi pada halaman utama website mereka. Sehingga, pengguna dapat melihat secara keseluruhan promosi yang sedang berjalan. Namun, masalahnya tidak semua pengguna membutuhkan informasi sebanyak itu. 

2. AirAsia

Pada website AirAsia, ada Geo tagging yang sudah diimplementasikan. Fungsinya yaitu untuk mendeteksi lokasi pengguna saat membuka website.

Oleh sebab itu, website AirAsia hanya menampilakan promosi berdasarkan lokasi pengguna membuka website.

Dampak User Experience (UX) bagi bisnis

User Experience (UX) memberikan 2 macam dampak bagi bisnis. 

1. Direct impact

Dampak secara langsung dari User Experience (UX) adalah meningkatnya angka Rate of Return pada website. Rate of Return menandakan kembalinya pengguna website ke porta karena merasa kebutuhannya terpenuhi oleh website tersebut. Selain itu, bounce rate website juga rendah yang mengindikasikan inteaksi antara website dan pengguna yang meningkat. 

2. Indirect impact

Dampak tidak langsung dalam pengaplikasian User Experience (UX) bagi bisnis yaitu dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Website menjadi channel baru bagi bisnis untuk mendatangkan klien baru.

Contoh nyata yang merasakan dampak tidak langsung ini adalah AirAsia. AirAsia dapat membukukan peningkatan pemesanan tiket online sebesar 100% dalam kurun waktu 1 tahun. Sangat impressive!

Kesimpulan

Pengembangan User Experience (UX) saat membuat website baik menggunakan Software House Professional, layanan blog gratis, atau bahkan membuat sendiri adalah penting. Tentu bukan tanpa alasan. UX dapat memberikan data untuk mengenali pasar dengan lebih baik.

Selain itu, UX yang baik juga akan meningkatkan level kepuasan pengguna website. Yang akan berimbas pada kembali nya mereka menggunakan website tersebut.

Dalam mengimplementasikan User Experience (UX) pada website, ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama, perhatikan nilai atau value yang website tawarkan. Kedua, buat desain yang enak dilihat dan mudah digunakan. Terakhir, jangan biarkan pengguna menunggu terlalu lama.

Dampak yang diberikan UX bagi bisnis juga tidak main-main. AirAsia dapat meningkatkan penjualan tiket online mereka sebesar 100% hanya dalam waktu 1 tahun saja.

Jadi, masih mau meremehkan UX pada website kalian? Pikir-pikir lagi!

Tinggalkan komentar